Postingan

Semangat UAS

Gambar
Jika belajar adalah ibadah, maka prestasi adalah dakwah. Giatkan ikhtiar kita dalam belajar, tapi jangan lupa, langitkan doa ke Arsy-Nya karena dibalik kesungguhan usaha kita, ada campur tangan Allah yang utama. Tanpa bantuan dari-Nya, dengan mudah bisa saja Allah hilangkan hasil jerih payah kita belajar berbulan-bulan di bangku kuliah. Mudah saja. Tetap semangat meski sedang berpuasa kita juga menjalani UAS. Dulu juga Rasulullah dan para sahabat berperang pada bulan Ramadhan. Bagaimana 313 pasukan muslim mampu mengalahkan 1000 orang musyrikin. Itulah kekuatan doa. Kita juga pasti bisa. Manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mencari ridho Allah sebanyak-banyaknya​ semoga Allah mudahkan kita dalam menjalani UAS, sebagaimana Allah mudahkan kaum muslim ketika perang badar dahulu. Tenang, tak perlu bersontekan, karena nilai bagus bukan segalanya. UAS adalah bentuk evaluasi pemahaman kita terhadap materi yang telah kita pelajari selama ini. Toh, kita juga tidak akan bangga dengan nilai ...

Akhirnya Nge-Blog Lagi

Assalamualaykum! ^-^   Bagaimana kabar iman kita hari ini? Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah kita untuk terus beramal shalih dan bermanfaat untuk orang lain. Kehidupan baru yang dulunya dikira bakal bebas pakai laptop bisa kapan aja, ternyata malahan lebih jarang nulis lagi. Hehehe, maafin ya. Semoga lelah kita selama ini Lillah ya, untuk mencapai ridho Allah. Semoga, ide ide bagus yang ada ga cuma nempel di kepala aja, tapi jadi ladang buat mencari pahala *asik ga tuh, ambil kata-kata kodiv. Yeay, kehidupan kampus emang hectic banget guys, eh bukan hectic sih, emang akunya yang ga bisa bagi waktu. Astaghfirullah ya. Sekarang udah ga ada lagi yang ngingetin kapan harus tilawah, kapan murajaah, dan amal yaumi laiinya. Butuh banget sosok yang bisa upgrade iman ini tiap hari., Iya, aku memang masih harus diingetin untuk mencapai istiqomah. Maafin anakmu ini ya abi ummi yang hafalannya ga dimurajaah lagi. Huhuhu. Suka sedih deh karena ga bisa jadi istiqomah se istiqomah p...

Lama Tak Besua

Apa sih yang kamu rasain sekarang? Di kehidupan baru, suasana baru, kota baru, cuaca baru, dan banyak hal baru lainnya yang  ditemukan. Pertama yang gue rasain itu rindu. Rindu sama masa sekolah gue yang dulu, rindu sama orang tua gue, rindu kampung halaman gue. Ya, meskipun ini bukan tempat persinggahan gue yang pertama, cause gue udah dari kecil merantau. Tapi rindu suasana rumah itu ya pasti ada dong ya. Oh iya, kemarin om gue baru aja meninggal dunia. Beliau itu anak pertama di keluarga abi gue. Setelah kakek nenek gue udah ga ada lagi, ya om itu yang tetua di keluarga mereka, ibaratnya beliau lah pengganti orang tua mereka. Ya gue ga ngebayangin aja, Sekarang gue nangisin kepergian om gue, ga tau kalo bentar lagi mungkin gue, mungkin juga orang terdekat gue lagi. Dan gue belum punya bekal apa-apa yang bisa gue bawa menghadap Allah. Dan gue belum bisa ngasih apa apa ke orang yang gue cintai. Dan gue, belum menemukan, siapa diri gue sebenarnya. Gue terus terusan ga bisa hadir pa...

I'm Back

Assalamualaykum, bismillah gue kembali menulis disela-sela kesibukan yang baru. Sebenarnya ya ga sibuk-sibut banget sih, cuma sok sibuk dan ga bisa memanage waktu dengan baik aja. Oh iya, terakhir kali  posting di blog ini  detik-detik menjelang UN ya, dan udah berapa moment hidup yang dilalui tanpa  nulis disini. Ya maklum aja, setelah UN, laptopnya di Batam sementara gue masih berkutat dengan dsegala kesibukan diakhir masa sebelum kami meninggalkan kampus tercinta itu. Selama gue ga nulis, banyak kisah pahit manis yang gue rasain. Dari UN yang hasilnya ga sesuai harapan, dan itu bikin gue pas sujud bareng teman angkatan itu nangis. Air mata gue menyatu dengan air hujan yang seketika itu bikin kepala gue sakit banget. Jilbab gue yang baru aja gue ambil dari lemari kuyup gara-gara air mata, dan hujan. Untung hujan, jadi ga ketahuan. Gue ga begitu siap waktu itu, dengan hasil yang begitu menyesakkan dada gue. Setelah pengumuman UN, gue cuma ikutan sujud syukur bareng dan l...

Sepucuk Doa

Setangkai   do’a sepucuk harapan Yang tiada pernah henti kupanjatkan pada-Nya Yaa Ilahi Rabbi, aku cinta mereka Aku ingin membuat bibir mereka melengkung, tersenyum indah   Melengkapi lengkung pelangi yang terkena spectrum asa Namun, apalah daya diriku ini Semuanya belum menjadi nyata Dan hingga detik ini, aku hanya bisa membuat mereka kecewa Tapi Rabbi, mengapa mereka masih menerimaku? Mengapa mereka masih mendukungku? Rabbi, tak kuasa rasanya diriku menyaksikan kerutan di raut wajah mereka Padahal, aku yang membuat mereka marah dan kecewa Berkali – kali maaf terucap Berkali – kali mereka memaafkanku Berkali – kali ku kecewakan mereka Berkali – kali pula mereka membanggakanku Aku tak pantas dibanggakan Berkali – kali ku berjanji untuk membahagiakan mereka Berkali – kali pula kuingkari Rabbi, jika masih ada waktuku Aku ingin melukis wajah mereka dengan senyuman Sehingga aku bangga, sehingga mereka bahagia Dan aku akan menjadi or...

Surat Balasan dari Ummi

Bukan cuma Abi yang membalas suratku. Adik adikku, dan ummiku juga mengirimkan surat. Betapa banyak butir air mata yang aku keluarkan saat membaca surat mereka. Rasa rindu, sedih, semuanya merlebur, menjadi suatu raa yang tak bisa menghentikan tangisku. Tanggal 8 Maret 2014, aku ingat sekali tanggal itu. tangal ummiku menggenapkan usianya yang ke .. ntahlah, aku tak tahu. Saat itu aku membaca surat darinya, di hari ulang tahunnya. Betapa aku ingin berada dipelukannya saat itu juga. saat aku membaca secarik kertas tersebut. Mulanya, mataku hanya sekedar berkaca - kaca. Namun lama kelamaan bulit itu menyentuh hatiku sehingga membasahi mata dan hatiku. Aku ingin bisa langsung memeluk mereka. Merasakan masakan penuh cintanya. Semuanya.. aku merasakan rindu yang amat mendalam. Berikut suratnya : Waalaikumsalam Wr. Wb. Alhamdulillah kami semua sehat Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah s.w.t amiin       Kak kami semua sayang sama kakak. Kak...

Surat Cinta Pertama dari Abi

Ini adalah surat cinta pertama yang saya terima dari abi saya saat saya bersekolah di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Jarak yang jauh membuat saya menjadi rindu pada mereka. jadwal menelpon hanya satu minggu sekali, ditambah lagi jarak kami yang jauh. Surat adalah hal yang spesial menurut saya. Hingga akhirnya saya melayangkan sebuah surat cinta kepada keluarga saya di Batam. Kemudian surat itu dibalas. berikut salah satu balasan surat dari abi saya :  Batam, Maret 2014 Ananda tersayang Auliya Rohmah Asri Di peraduan . Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Salam Hangat Selalu” Rabu sore ketika pulang sekolah Abi ada tugas tambahan yaitu pemantapan siswa kelas VI selsai jam 15.00 WIB kemudian berangkat mencari keberkahan ilmu, dengan mengajar ngaji ke Baloi dirumah ( kepala Kasat Narkoba ) ternyata beliau orang Bangka yg maksa untuk ngajar anaknya yg masih berumur 6 tahun dikarenakan orang tuanya yang satu baik akhlaknya yang satu maabuk2an ,akhirnya abi putuska...